Kesal setengah mati

Sepanjang aku hidup, baru kali ini rasanya aku begitu ingin berteriak kencang. Rasa kesal di dadaku sudah begitu menggebu sehingga satu-satunya penyaluran yang dapat kupikirkan adalah berteriak. Perasaan ini bukan tanpa sebab. Aku yang biasanya bisa masa bodoh dan cuek dalam menghadapi omongan dan pendapat orang, kali ini harus kalah telak dan memikirkan dengan serius mengenai perkataan orang tersebut.

Bagaimana tidak, hal ini menyangkut masalah cara pandang antara aku dan kakak-kakakku. Kami bersitegang, walaupun hanya melaluui tulisan, mengenai cara hidupku yang terlalu sering pergi travelling. Mereka berpendapat bahwa aku terlalu boros dan perlu menyisihkan sebagian penghasilanku untuk ditabung, untuk kebutuhan yang lebih penting. Sementara aku, yang masih baru dan semangat dalam dunia travelling, menganggap menyisihkan sebagian dari penghasilanku untuk kesenangan pribadi bukanlah hal yang tabu untuk dilakukan. Kami terus berdebat, mengutarakan pendapat kami masing-masing, memberikan pandangan-pandangan yang kami anggap benar, sampai akhirnya kami jenuh bertengkar dan tidak ada kesimpulan yang ditarik dari pertengkaran itu. What a waste.

Jadi ceritanya aku itu sudah terlanjur cinta dengan dunia travelling dan mengagendakan perjalanan murah meriah sebulan sekali, dengan teman-teman bacpacker yang lain. Sementara kakakku tidak setuju kalau aku pergi dengan agenda rutin begitu. Puncaknya terjadi waktu aku kasih tau mereka kalau minggu depan aku akan mendaki Gunung Semeru di Malang. Mereka langsung menolak dengan keras. Perdebatan pun terjadi, persisi seperti yang aku tuliskan diatas tadi.

Satu kalimat yang paling menohok yang dituliskan kakakku dalam wacana itu adalah, “Jangan pernah melawan keluarga. Kalau terjadi apapun denganmu kelak, keluarg lah yang bertanggung jawab. Jadi selama tidak ada yang terjadi denganmu, jangan pernah membantah atau melawan apapun yang pernah dikatakan keluarga.”

Dari situ aku terdiam. Tidak bisa membantah lagi. Bingung memilih antara membatalkan trip yang udah direncanakan sekian bulan itu atau tetap pada rencana awal.

Tapi ini udah direncanakan loh. Jauh-jauh hari sebelumnya. Aku tidak rela kalau aku tidak ikut dalam trip ini. Rasa tidak rela itulah yang kemudian membentuk rasa kesal yang teramat dalam di dadaku. Terpikir mengapa mereka tidak mendukung saja apa yang kulakukan.

Okeh. Menabung itu penting, dan aku salah karena sampai umur segini belum memiliki tabungan sepeserpun. Terlalu banyak pemakluman yang kuberikan untuk hal yang satu ini, hingga pada akhirnya aku sendiri yang kesusahan.
Sampai sekarang aku masih bingung mau mengikuti nasihat keluargaku untuk membatalkan trip ini atau tetap pada rencana awal, mendaki Gunung Semeru sampai ke pucak Mahameru yang di agung-agungkan itu?

Tapi satu hal yang aku tau, aku kesal. Kesal setengah mati. Pengen cari pelampiasan. Apa ya?

Iklan

Antara Bodrex dan Racun Fire Coral

Suatu saat di bulan puasa..

Ustad Jono yg sedang puasa, tiba-tiba sakit kepala.

Ustad Jono itu pun langsung minum obat Bodrex. Salah seorang santrinya yang kebetulan melihat tidakan itu lantas kaget dan bertanya kepada ustad Jono.

Santri : “Ustad ‘kan lagi puasa? Kenapa minum obat?”Ustad Jono: “Itulah oke nya Bodrex, bisa diminum kapan saja.”
Halaahh.. Entah apa arti dari semua ini.
Intinya gue lagi sakit kapala, tapi ogah banget minum obat, apalagi minum bodrex. Hihihi
Guys, ada yang tau obat penangkal racun Fire Coral?
Jadi gini ceritanya. Weekend kemaren gue backpacking ke Pulau Semak Daun, salah satu pulau kecil di wilayah Selatan di gugusan Kepulauan Seribu, sama temen2 backpacker lain. Agenda utamanya adalah snorkeling ke beberapa pulau, tapi buat tenda di Pulau Semak Daun. Hebatnya gue, gue gak pernah sebelumnya cari2 info atau berita tentang tempat yang akan gue datangi, termasuk tips2 snorkeling dan tetek bengeknya. Menurut gue, pergi tanpa mengetahui satu apapun tentang destinasi itu bisa membuat adrenalin tertantang, dan ujung2nya nyawa jadi taruhan. #SalahGaul
Nah, waktu snorkeling kan heboh banget tuh (maklum, gue baru pertama kali snorkel), jadi gue minta dipotoin di waktu lagi megang karang. Iya, gue tau, megang karang itu gak baik. Nah, gue gak tau kalau ada beberapa jenis karang yang beracun. jadi aja gue free dive, pose sebentar, nyentuh karang pake tangan kiri dan naik lagi ke permukaan. Udah gitu aja.
Masalah timbul waktu gue udah naik kapal waktu mau pulang ke tempat camping. Gue ngerasa jari2 tangan kiri gue perih. Seperti habis tersayat gitu. Gue biarin aja. Paling juga kena ubur2, gitu pikiran gue. Soalnya banyak ubur2 bening warna pink di sekitar tempat kita snorkeling itu. Mungkin aja gue secara gak sengaja nyentuh salah satu dari mereka, walaupun gue yakin seyakin-yakinnya udah jaga jarrak dari mereka.
Hari berikutnya, gatal2 lah jari tangan kiri gue. Panas, gatal dan bentol2, ditambah sedikit bekas memar. Sampai sini gue masih biasa. Gue malah sedikit senang, bisa ngasih bukti kalau gue pernah snorkel. Iya, gue bego banget. Tanpa bilang apa2 ke teman2 yang lain yang notabene labih berpengalaman tentang masalah beginian, gue pulang dengan santai dan muka sumringah, satu lagi pengalaman berharga udah gue dapetin.
Besoknya, pas bangun tidur mau kerja, jari2 tangan gue makin parah. Bentolnya makin gede. Gatalnya makin menjadi. Dan diatas bentol2 memar itu, muncul lagi bentol2 bening kecil yang membuat risau. Gak mau ambil resiko, gue tanya ama teman2 gue. Gue jelasin akar masalahnya dan keadaan tangan gue sekarang. Dari situlah gue tau kalau waktu snorkeling itu harus hati2 ama beberapa hal, salah tiganya adalah babi laut (sea urchin) yang waktu itu gak ada di TKP, karang beracun (seperti Fire Coral dkk) yang (kayaknya) karang yang gue sentuh waktu itu, dan beberapa jenis ikan beracun yang biasanya tinggal di karang. Okeh, gue baru tau. Dan gue udah kena racunnya. Padahal yah, gue hanya nyentuh satu karang sekali loh. Tapi kenapa langsung kebagian Fire Coral ya? Sementara teman2 gue nyentuh hampir semua coral disitu, tapi gak keracunan tuh? Gak adil banget!!
Nah, sekarang gue lagi pusing banget, gimana caranya ngilangin gatal di tangan gue. Sumpah, gatal banget. Kesentuh dikit aja, gatalnya gak ketulungan. Maen UNO di kantor aja, rasanya gak nyaman. Entah deh, mau ngapain lagi. Temen gue bilang sih dikasih cuka ke bentol2nya. Paling perih dikit, tapi langsung sembuh, begitu janjinya. Tapi, waktu gue celupin tuh tangan kedalam cuka apel (satu2nya cuka yang tersedia dirumah), gak terasa apa2 tuh. Gak ada perih, gak ada geli, atau rasa apapun. Cukanya gak ngefek. Ada kepikiran mau ke dokter, tapi takut mahal.
Makanya folks, ada yang tau obatnya gak?
Picture taken from: http://oceanexplorer.noaa.gov

Jokowi dan Basuki covering What Makes You Beautiful (One Direction)

Udah lama gak update lagi, maklum lagi sibuk persiapan masa depan, jadi mohon dimaklumi.

Nah, sekarng gue mau update video yang paling update nih. Tunggu ya!!

Jakarta sekarang lagi heboh2nya menghadapi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur putaran 2. Rencanaya sih akan diadain tanggal 16-19 September 2012. Bener gak sih? CMIIW.

Pada pemilu putaran pertama lalu, pasangan Jokowi Basuki memimpin pemilihan suara walaupun gak mencapai angka 50%. Nah, semenjak itu, direncanakanlah pemilu putaran 2 yang diharapkan untuk dapat memilih calon yang benar2 dapat mengayomi dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Intinya yang pro-rakyat lah.

Banyak yang udah terjadi selema proses persiapan pemilu putaran 2 ini, mulai dari ceramah Rhoma Irama tentang masalah agama pasangan Jokowi-Basuki, kebakaran yang melanda daerah yang mayoritas pemilihnya mendukung Jokowi-Basuki, sampai masqalah dukungan partai yang intriknya selangit.

Intinya, pasangan Jokowi-Basuki mulai mendapat serangan politik dalam berbagai arti dan cara.

Terus apa hubungannya ama video yang mau di bagikan?

Jadi semalam gue lagi otak atik Youtube, nyari video2 yang uhuy lah. Kebetulan gue ketemu video ini.. Check it out!!

Bel berbunyi / My Alarm Went Off
Pagi-pagi / Early in the morning
Masi ngantuk, kututup mataku lagi / I’m still too sleepy, so I close
my eyes again
Kuteringat / Suddenly I remember
Harus Cepat / I must hurry
Janji buat KTP di Lurah terdekat / I have an appointment to make my ID
Card in the local “Lurah”
Dari ranjang ku langsung melompat / I leap from my bed
Kusiap secepat Kilat / And I hurrily get ready
Namun terhentak ketika kumelihat / But then I’m shocked to see
Ratusan orang dijalanan yang padat / Hundreds of people on a crowded street
Motor mobil gerobak pun saling sikat / Cars, Motorcycles, and Carts
are on top of each other
Gimana / How?
Ah ah / Ah.. Ah..
Caranya gua lewat? / How am I suppose to pass?
Kok slalu macet kayak gini / Why is the traffic always this bad?
Udah lama kok gak bisa diatasi / It’s been so long left unmanaged
Katanya pada mau buat MRT / Did they say that they were going to build an MRT?
Tau gini / Had I known this
Ih ih / Ih ih
Gua pindah ke bali / I would have moved to Bali
ih ih / ih ih
Eh malah macet di s’manggi / Instead I’m stuck in Semanggi Road
(notorious for its traffic jam)
Ti-tiga jam / Three hours
Ku di jalan / I was in the road
Tiba di kantor lurahnya kebablasan / I’m late for my appointment
Keringatan / I’m sweating
Capek Pisan / I’m super tired
Tambah kaget kulihat panjangnya antrian / And to my shock, the line is very long
Jakartaku kok bisa begini? / Why is my Jakarta like this
Antri nggak berhenti-henti / There are queueing lines everywhere
Ku duduk bersama tiga puluh orang / I sit there with 30 other people
Kipas-kipas kita semua kepanasan / We all “fan” ourselves because of the heat
Keringatanpun mulai bercucuran / Sweat is running down everywhere
Dimana / Where?
Ah ah / Ah ah
Petugas kelurahan? / Where is the ID attendant/official ?
Akhirnya muncul satu orang / Suddenly one man show up
Wajahnya garang dengan kumis yang panjang / His face is scary with a
long moustache
Katanya buat kelar butuh tiga bulan / He says i can get my ID in 3 months
Asalkan / Unless…
Ah An / Ah an
Kalau Kasih Setoran / Unless I give him a bribe
Ah An / Ah an
Duit gua pas-pasan / I barely have enough money
Du du du du duit dari mana? / I don’t have enough money with me
Ketinggalan dirumah / I forgot to bring it with me from home
Katanya ku datang besok saja / He says that I should just come tomorrow
Mulutkupun ternganga / In shocked, my mouth opened wide
Jakartaku kok bisa kejam begini / Why is my Jakarta this cruel?
Macet kumuh brantakan ga kenal hari / Traffic Jam, Slum, messy every single day
Kiri kanan setoran ga berhenti-henti / Left and Right people asking for bribes
Kubutuh / I need
Uh uh / Uh Uh
Kubutuh mas Jokowi / I need mr. Jokowi
Ku mau macet jakarta teratasi / I want Jakarta’s traffic jam to be taken care of
Ku mau kumuh jakarta diberesi / So is Jakarta’s slum
Jangan lagi setoran kanan dan kiri / No more bribes here and there
Ku mau / I want
Uh uh / Uh uh
Jokowi dan Basuki / Jokowi dan Basuki
Ku mau banjir diberesin / I want floodings to be paid attention to
Anggaran pembangunan gak dicomotin / Don’t keep funneling money from the
development budget
Rakyat miskin juga bisa diayomin / Government can also take care of the poor
Ku mau / I want
Uh uh / Uh uh
Ku mau mas Jokowi / I want mr. Jokowi
Ih ih / Ih ih
Juga mas Basuki / Also mr. Basuki
Ih ih / Ih ih
Jokowi dan Basuki / Jokowi and Basuki
Ku mau banjir diberesin / I want floodings to be paid attention to
Anggaran pembangunan gak dicomotin / Don’t keep funneling money from the
development budget
Rakyat miskin juga bisa diayomin / Government can also take care of the poor
Ku mau / I want
Uh uh / Uh uh
Ku mau mas Jokowi / I want mr. Jokowi
Ih ih / Ih ih
Juga mas Basuki / Also mr. Basuki
Ih ih / Ih ih
Jokowi dan Basuki / Jokowi and Basuki

 Video yang dihasilkan oleh 5 orang itu katanya sih bukan bermaksud untuk mendukung calon Gubernur dan Wagub Jokowi-Basuki. Tapi kenapa isi dan adegannya jelas2 mengagung2kan Jokobas ya? Secara terang2an mengucapkan nama Jokowi Basuki dan memakai kemeja kotak kotak yang menjadi ciri khas pasangan cagub dan cawagub tersebut. What a plan!!

Tapi emang benar sih, isinya itu mewakili curahan hati orang Jakarta. Adalah yang tentang macet,  banjir, sampe anggaran pembangunan juga disinggung2. Anehnya, pihak yang digambarkan sebagai oknum yang ‘tidak kompeten’ di video ini adalah seorang pria bunci yang berkumis, yang dengan mudah saja bisa diartikan menyimbolkan Fauzi Bowo. Bisa aja mereka.

Oh iya, mereka buat video ini volutarily loh, tapi tetep keren. Video yang sudah dilihat sekitar 402,494 orang ini memparodikan lagu One Direction yang berjudul What Makes You Beautiful. Cast-nya banyak banget. gak tau juga gimana cara mereka ngumpulin orang sebanyak itu. Ada dancenya juga loh!!

One word, thumbs up. Eh, itu dua kata ya.. Hihihi

The Evolution of Convenience Store in Indonesia

Convenience store, or also known as corner store and corner shop, is a mini market, with the air-con setup and friendly staff, usually selling a range of everyday items such as groceries, toiletries, alcoholic and soft drinks, etc. This store can be found almost everywhere; in gas stations, at corners of intersections, within a housing complex, within a mall, or just on the side of the street.

Convenience stores have come into existence in Indonesia since the last decade. Based on my knowledge, the first convenience store opened in Indonesia was Indomaret, which concept was a lot like Wal-Mart, the most well-known convenience store in the US. Subsequently, other brands of convenience stores started doing business in Indonesia, featuring their distinctive service and concept.

Indomaret and Alfamart

picture taken from ekonomi.kompasiana.com

As mentioned before, Indomaret was the first known convenience store brand in Indonesia. Themed in blue, yellow and red colour, this convenience store now has a large number of branches across Indonesian archipelago. Located in various residential, commercial and tourism areas, Indomaret can now be found in almost every town and city in Indonesia.

A competing brand, Alfamart, another convenience store similar to Indomaret, is almost always found within Indomaret’s vicinity. No one really knows the reason these two convenience stores are located near to each other, despite their provision of similar goods and service. Rumours have spread saying that both convenience stores have the same individual or corporate owner. However, no one has seemed to figure out the truth.

On the open space outside these stores, some street vendors open their stalls; some sell a variety of fruit juices; others fried snacks or tidbits (gorengan), etc. These vendors may need to pay a rental fee to the store owners.

Yomart

Picture taken from cantikmanager.blogspot.com

Technically, Yomart is similar to Indomaret and Alfamart. The only different thing is that Yomart is painted green and yellow.

Circle K

picture taken from djavacolour.com

Other brand established in Indonesia is Circle K. Circle K is segmented for young and teen consumers. Unlike Indomaret and Alfamart, which sell daily necessities, this America-origin store stocks mostly various kinds of drinks, snacks, and cigarettes. Circle K usually opens 24 hours a day and also provides benches outside its premises, for customers to relax and enjoy their groceries.

Circle K has been noted to be the trend-setter of teen convenience store for providing a convenient spot to ‘hang-out’ for its customers. This is why, every night, many teenagers are seen smoking, grabbing a bite, or simply chatting amongst them in front of Circle K.

Seven Eleven

Picture taken from wongkitogalo.com

Seven Eleven (or commonly called Sevel) is the most famous convenience store brand in Indonesia, especially Jakarta. As time goes by, its outlets have been nominated as must-visit places for socialites to hang out. This store operates from 7 am to 11 pm, hence the name “Seven Eleven”.

Not only does it provide groceries, Seven Eleven also offers hang-out spots, equipped with Wi-Fi connection, inside and outside the store. Products available are not like those we may find in Indomaret, Yomart, or Cirkle K, but more to unique beverages and snacks, such as Slurpee (colorful frozen soda), Fake-cheese (literally!), some Japanese meals, and some meals I cannot identify. In addition, this store also sells various kinds of coffees, doughnuts, and even banana flavored dotted condom. What an offer! No, I never bought the condom. A friend of my friend did!

Yogya Express

Picture taken from flickr.com

Just so you know, Yogya Express is not a night bus; it’s a convenience store!

I am not sure whether Yogya Express is available in other cities, but I found this convenience store in Bandung. Maybe this store can be found in Yogyakarta instead, since the name refers to the city, Yogya. Who knows!

 This store is usually attached to a mall or supermarket. Just like Seven Eleven, this store provides groceries and hang-out spots, equipped with Wi-Fi connection, inside and outside of the store.

Yogya Express, in my opinion, is much more sophisticated in term or products offered as compared to Seven Eleven. This store has nasi kucing (a variation of meals containing a very little amount of rice and some scraps of side dishes – like cat’s meal, literally), various kinds of beverages just like ones in Seven Eleven (minus the Slurpee), soda freeze (Yogya Express’ version of Slurpee), self-service waffle, doughnuts, potato twist, sushi, dim sum, hamburger, hotdog, pancake, French fries, salad, rujak (a combination of fruits poured with either spicy or sweet sauce), spaghetti, sandwich, and instant and prepared meals that can be cooked or heated onsite.

Lawson

Picture taken from alfamidiku.com

Lawson is the latest brand of convenience store that has recently been opened in Indonesia. It only has a few stores in Jakarta, thus people have not really recognized its presence yet.

This convenience store targets teen and young workers as their main customers. The concept is similar to Seven Eleven’s — hang-out spots and Wi-Fi connectivity.  I personally have never visited this store, so I do not know what it provides. Rumour has it that this Japanese-origin store provides original in-store cooking products such as Oden (is a Japanese winter dish consisting of several ingredients such as boiled eggs, daikon radish, konnyaku, and processed fish cakes stewed in a light, soy-flavored dashi broth), rice balls and porridge.

Well, I wonder to what extend the establishment of convenience stores will affect teenagers and young adults in Indonesia.